Persikotas FC Dapat “Tunggangan” Baru dari Mitsubishi, Disuntik Bus dan Semangat Nasional

Tim Persikotas News
|
Sunday, 08 February 2026 - 07:40 WIB
Persikotas FC Dapat “Tunggangan” Baru dari Mitsubishi, Disuntik Bus dan Semangat Nasional

Persikotas FC Dapat “Tunggangan” Baru dari Mitsubishi, Disuntik Bus dan Semangat Nasional - Persikotas

Persikotas.com- Di tengah hiruk-pikuk persiapan menuju Liga 4 Nasional, Persikotas FC mendapat suntikan tenaga tambahan.

Bukan striker asing, bukan playmaker impor, melainkan satu unit Canter Bus FE71 Long dari PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO) Tasikmalaya, dealer resmi Mitsubishi di Kota Tasikmalaya, Selasa (17/2/2026) sore.

Kerja sama ini akan berlangsung selama satu musim kompetisi. Bus tersebut dipinjamkan untuk kebutuhan mobilisasi tim, mulai dari latihan hingga pertandingan. Sebuah langkah kecil yang terasa besar, di saat klub daerah sering harus berjuang dengan logistik ala kadarnya.

Bisnis Manager PT Dipo Internasional Pahala Otomotif Tasikmalaya, Neneng Meyawati, menyebut dukungan ini lahir dari rasa bangga sekaligus tanggung jawab sebagai pelaku usaha di Kota Tasikmalaya.

“Awalnya dari rasa bangga. Kami ingin memberi kontribusi dan sama-sama memajukan Persikotas supaya bisa naik kelas. Bangkit bersama Persikotas,” ujar Neneng.

Menurutnya, kerja sama ini akan berlangsung selama satu musim Liga ke depan. DIPO meminjamkan satu unit bus untuk mendukung pembinaan dan pertandingan Persikotas.

“Kami melihat Persikotas punya semangat tinggi. Semangat kompetisi itu sama dengan semangat kami membangun perusahaan. Itu yang jadi dasar kami menjatuhkan dukungan,” katanya.

Neneng menambahkan, sepak bola bukan sekadar urusan menang atau kalah, tetapi tentang proses, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan.

Ia bahkan mengenang masa kecilnya di lingkungan Pataruman, di mana sepak bola hidup di gang-gang sempit dan lapangan sederhana.

“Sepak bola itu dicintai semua golongan. Dari anak kecil sampai orang tua. Kalau menang, semua ikut senang tanpa batas. Itu kekuatan yang ingin kami dukung,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persikotas FC, Ecep S Yasa, menyebut bantuan bus tersebut sebagai suntikan moral yang sangat berarti bagi tim yang tengah membidik prestasi nasional.

“Ini suntikan semangat baru buat Persikotas. Sepak bola itu bukan hanya olahraga, tapi soal gotong royong dan membangun industri sepak bola yang sehat. Family football itu tentang keluarga yang ikut memberi kontribusi untuk klub,” tutur Ecep.

Ia mengapresiasi dukungan DIPO Tasikmalaya yang dinilainya konkret dan tepat sasaran.

“Setelah juara di Jawa Barat, target kami juara di Liga 4 Nasional dan lolos Liga 3 Nusantara. Dukungan seperti ini sangat membantu perjuangan kami,” tegasnya.

Ecep juga mengungkapkan saat ini Persikotas telah memiliki sekitar 10 sponsor dengan kategori berbeda-beda.

Namun, ia berharap semakin banyak pihak di Kota Tasikmalaya yang tergerak ikut membantu klub kebanggaan daerah.

Dalam suasana yang penuh nuansa kekeluargaan, Ecep menyebut Persikotas dibangun bukan hanya dengan uang, tetapi dengan pengorbanan waktu, tenaga, dan emosi banyak orang.

“Separuh ini bisnis dan sport, separuh lagi adalah keluarga. Banyak pengurus yang pekerjaannya terbengkalai karena mengurus Persikotas. Tapi semua dilakukan karena panggilan nurani sebagai putra daerah,” jelasnya.

Ia bahkan menyelipkan filosofi waktu Yunani kuno: kronos dan kairos. Menurutnya, Persikotas kini memasuki fase kairos—fase emas yang harus dimanfaatkan secara efektif.

“Dulu kita di fase kronos, fase lelah dan berdarah-darah. Sekarang kita masuk fase efektif. Waktu emas Persikotas. Dan di waktu kairos inilah kami dipertemukan dengan DIPO Tasikmalaya,” katanya.

Ke depan, Ecep juga membuka peluang kolaborasi lanjutan, termasuk pengembangan akademi Persikotas yang kini masuk tiga besar Jawa Barat serta rencana menginisiasi turnamen Piala Persikotas Raya.

Dengan satu unit bus dan segudang harapan, Persikotas kini tak hanya bergerak di lapangan, tapi juga di jalan raya. Kota Tasikmalaya kembali membuktikan, sepak bola bukan sekadar soal skor akhir, tapi soal siapa yang mau ikut mendorong dari belakang—meski hanya dengan satu setir dan empat roda. 

Bagikan Artikel Ini

Bagikan dengan preview artikel (embed) ke Facebook, caption rapi ke Instagram, dan format terstruktur ke WhatsApp.